“Jarané jaran tèji, sing nunggang Ndoro Bèi. Jrèk-jrèk nong…”
Inilah saya: Ndoro Bèi Notosuloyo. Pernah jadi lurah paling top karena punya akses ke puncak kekuasan. Jangankan camat, bupati saja harus tunduk sama saya. Makanya rapat kecamatan dilakukan di pendopo saya, di Desa Ndumuksusu, bukan di pendopo kecamatan.
Saya orang modern, makanya suka musik ngak-ngik-ngok ala Bitel. Grup asuhan saya bernama “Sgt Edi Wuryanti’s Lonely Hearts Club Band” — tapi sesekali memainkan The Police.
Untuk melatih olah rasa dan kecendekiaan masyarakat, terutama dalam hal kebebasan menyatakan pendapat, saya punya Paguyuban Sri Raos Sudarmi. Ada rencana kami untuk mbeli seluruh saham Perum Damri, lantas kami ubah menjadi PT Darmi.
Jika menyangkut kawaskitan dan kawicaksanan, sudah selayaknya sampeyan semua menanya saya. Percayalah. Ndoro Bèi adalah jaminan kwalitet. Dijamin tidak luntur. Cespleng lagi. Pagi pesan, sore jadi — tapi sore tahun depan.